Header Ads Widget

iklan banner

Ticker

12/recent/ticker-posts

Stok Beras Surplus, Ganjar Minta Pemerintah Pertimbangkan Impor Beras

 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo


Semarang, bmnzone.com - Ganjar menanggapi keputusan pemerintah pusat untuk mengimpor beras dari luar negeri agar diperhitungkan lagi.(9/3/21).


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menanggapi keputusan pemerintah pusat mengenai impor beras yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Ganjar meminta hal tersebut untuk diperhitungkan lagi, pasalnya saat ini para petani Indonesia sedang menuju masa panen, terutama di Jawa Tengah.


"Harus diperhitungkan, karena petani kita mulai panen. Maka petani butuh perhatian agar hasil panennya bisa terbeli, karena ongkos produksinya tidah murah", kata Ganjar (3/8) di Semarang.


Dia menambahkan, berdasarkan perhitungan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng akan ada surplus sebanyak 1 juta ton beras. Oleh karena itu, pemerintah pusat bisa menjelaskan secara detail alasan impor beras tersebut agar tidak terjadi salah paham.


"Kira-kira surplus, dari Dinas kita (Jateng) sudah menghitung, kalau dari sisi kebutuhan kita bisa surplus satu jutaan ton", terang Ganjar.


Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto


Disisi lain Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa impor beras tersebut nantinya akan dibagi untuk cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 500.000 ton dan sisanya untuk kebutuhan Bulog.


"Impor beras 1 juta ton nanti akan kami bagi untuk CBP sebanyak 500.000 ton, sedangkan sisanya sesuai kebutuhan Bulog", jelasnya.


"Juga untuk jaga-jaga ketersediaan pasokan beras pemerintah untuk bantuan sosial (bansos) selama masa PPKM. Karena dibeberapa wilayah Indonesia ini terjadi bencana, sehingga bisa mengancam ketersediaan pasokan beras nasional", tambahnya.


Adapun mengenai pelaksanaan impor beras tersebut rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun 2021 ini.

Rep. Arif

Editor: Azam

Post a Comment

0 Comments