Header Ads Widget

iklan banner

Ticker

12/recent/ticker-posts

Angkat UMKM Pemkab Brebes Studi Banding ke Purbalingga Kembangkan Program Tuka Tuku

 

Foto bersama Wakil Bupati Brebes, Narjo (kiri) bersama Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (kanan)

Purbalingga, Jateng | bmnzone.com - Pemkab Brebes melaksanakan kegiatan studi banding ke Pemkab Purbalingga, pasalnya Pemkab Purbalingga dinilai efektif mengembangkan UMKM dengan Program Tuka Tuku untuk memutar roda perekonomian di wilayahnya.


Wakil Bupati Brebes, Narjo SH., MH., mengatakan, pihaknya mengetahui adanya Program Tuka Tuku di Purbalingga. Konsep ini dinilai bagus, karena bekerjasama dengan penyedia layanan di lapak online, yakni Buka Lapak. Sehingga, pihaknya ingin mempelajari lebih dalam mengenai sistem pada Tuka Tuku yang nantinya bisa ikut menerapkan sistem yang sama untuk membangkitkan perekonomian di Brebes, katanya saat kunjungan studi banding di Purbalingga, pada Senin (15/3/21).


“Kami ingin merguru ke Kabupaten Purbalingga karena di sini ada aplikasi kerjasama pemerintah dengan penyedia layanan/marketplace Bukalapak dalam program Tuka-Tuku. langkah-langkah apa yang harus ditempuh sehingga bisa meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM,” kata Narjo, Senin siang di Ruang Rapat Bupati Purbalingga.


Dia menjelaskan, bahwa dampak Pandemi Covid-19 di Kabupaten Brebes membuat daya beli masyarakat turun mencapai 60%. Sehingga tak sedikit pelaku UMKM yang gulung tikar. Tahun 2021, Pemkab berupaya untuk bertahap membangkitkan kembali perekonomian.


“Kemiskinan di Brebes saat ini masih tinggi hingga 17,03% dibandingkan Purbalingga yang mencapai 15%. Kami ke sini mau mencari ilmu supaya bisa menurunkan kemiskinan di Kabupaten kami,” katanya.


Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE., BECon., MM., mengakui bahwa membangkitkan sektor UMKM merupakan salah satu solusi untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.


Ia menjelaskan Purbalingga memilih kerjasama dengan pihak yang lebih berpengalaman yakni Bukalapak untuk membantu menyediakan marketplace.


“Melalui Tuka-Tuku Pemda memfasilitasi berbagai hal untuk produk UMKM di Purbalingga yang disediakan di Tuka-tuku. Mulai dari memfasilitasi tampilan produk di etalase digital, menyediakan ruang pamer UMKM, ruang stok/gudang, packing, branding, memberikan fasilitasi customer service yang dijalankan oleh Kampung Marketer dan mendekatkan jasa pengiriman,” katanya.


Para pelaku UMKM yang turut serta menjual produknya di Tuka-Tuku juga terdorong untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya. Di dalamnya terdapat persyararatan ketat mutu produk, selain itu ketersediaan harus terus ada dan harus mampu melayani permintaan dengan jumlah yang cukup.


“Omset total Tuka-Tuku sejak MoU dengan Bukalapak tanggal 31 Agustus 2019 sampai 15 Maret 2021 sekarang sebesar Rp 314.896.600 dengan 1.322 transaksi. Didorong juga oleh Bupati melalui Surat Edaran agar Seluruh instansi di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga dan jajaranya dihimbau untuk belanja di Tuka-Tuku,” katanya.


Bupati Tiwi juga menyatakan nantinya ingin studi banding balik ke Kabupaten Brebes. Sebab saat ini Kabupaten Brebes memiliki program Gerakan Kembali Ke Sekolah (GKB). “Program tersebut sangat positif jika diterapkan di Purbalingga khususnya dalam rangka peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia),” katanya.


Selain Tuka-Tuku, rombongan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Brebes ini juga menyatakan tertarik terhadap kebijakan Pemkab Purbalingga dalam meningkatkan kelas para UMKM. Diantaranya program subsidi bunga, kredit Mawar (bunga 0%), fasilitasi packaging produk, kerjasama pemasaran dengan Alfamart dan Indomaret.

(Rep. Nugroho)

Post a Comment

0 Comments